Sampah: Monster Jalanan

      No Comments on Sampah: Monster Jalanan

Sebagai salah satu negara terindah di dunia, Indonesia memiliki banyak warisan yang ditawarkan dari Barat ke Timur. Pantai berpasir putih di Bali, surga bawah laut di Raja Ampat, Candi Borobudur yang megah di luar Yogyakarta, dan tradisi menarik Toraja hanyalah beberapa dari keindahan Indonesia. Namun, lebih sering daripada tidak, Anda akan menemukan tempat-tempat ini dikelilingi oleh daerah-daerah yang berbau sampah dengan sejumlah besar sampah.

Sampah adalah masalah yang tak terhindarkan di Indonesia. Salah satu contoh adalah kuartal Kota Bumi, yang terletak di daerah Pasar Kemis Tangerang. Ini adalah proyek real estat yang dibangun oleh pengembang kecil lebih dari 35 tahun yang lalu. Karena rumah-rumah yang dibangun di daerah ini murah, orang-orang dengan pendapatan yang lebih sederhana dapat pindah ke Kota Bumi ini juga. Hari-hari ini, Kota Bumi telah menjadi salah satu tempat paling ramai di Tangerang. Namun, karena pengembang tidak lagi mempertahankan Kota Bumi, ia telah menjadi daerah yang mandiri.

Berbeda dengan daerah lain yang dikembangkan, Kota Bumi tidak memiliki manajemen kebun. Biasanya manajemen perkebunan akan menjaga lingkungan di sekitar rumah, mengurus hal-hal seperti keamanan dan sanitasi. Itulah mengapa orang-orang yang tidak bertanggung jawab di Kota Bumi membuang sampah mereka di jalan, tanpa merasa sedikit pun merasa bersalah. Mereka tidak peduli jika apa yang mereka lakukan akan merugikan orang lain atau tidak. Hari demi hari, jumlah sampah meningkat dan mengambil alih jalan secara keseluruhan.

Kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Bumi membutuhkan deretan setiap jalan menjadi lebih lebar daripada saat ini, terutama untuk menangani jumlah lalu lintas komuter yang tinggi pada jam-jam sibuk. Namun, karena semakin banyak sampah yang kini telah tertumpuk sebagian di atas trotoar jalan, jalan menjadi semakin sempit, sehingga menyebabkan kemacetan hampir setiap hari. Selain itu, ini juga berimplikasi pada lingkungan, karena sampah mencemari udara dengan baunya dan mempengaruhi kualitas hidup penduduk setempat.

Sekali per tiga atau empat hari, layanan pengumpulan sampah kota akan membersihkan jalan, tetapi sehari setelah itu, sampah akan mulai menumpuk lagi. Ada dua alasan utama mengapa penduduk setempat Kota Bumi cenderung membuang sampah mereka di jalan. Pertama, dengan membuangnya langsung di jalan, mereka tidak perlu membayarnya, dan kedua, mereka merasa bebas melakukannya karena kurangnya manajemen untuk mengurus masalah sampah. Masalah ini tidak akan ada jika pemerintah dapat mengambil alih masalah ini dan mempertahankannya dengan manajemen yang baik.

Sebagai orang yang beruntung yang tinggal di salah satu negara terindah di dunia, kita orang Indonesia harus memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kita menjaga lingkungan kita dengan menjaganya tetap bersih. Sebagai permulaan, kita dapat memikirkan kembali kebiasaan sampah pribadi kita dengan mengurangi jumlah sampah yang kita buat. Dengan melakukan itu, sampah akan berkurang secara otomatis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *